internasional.kompas.com/.../Jose.Mujica.Presiden.Termiskin.di.Dunia
Pilih Tinggal di Peternakan
ketimbang di Istana
Kesejahteraan memang identik dengan kehidupan seorang
pemimpin negara. Namun, hal itu tidak seperti di Uruguay, di mana presiden
negara itu sangat jauh dari gaya hidup layaknya seorang kepala negara. Menjabat
sebagai presiden Uruguay sejak Maret
2010 silam. Jose Mujica lebih suka tinggal di peternakan kumuh dan
memberikan hampir 90% gainya sebagai kepala negara untuk rakyatnya.
![]() |
| Jose Mujica |
Mujica menolak rumah mewah yang disediakan Pemerintah
Uruguay untuk sang Presiden. Dia justru lebih suka tinggal di rumah
istrinya yang sederhana di luar ibu
kota Montevideo.
Dan, seperti rumah – rumah warga biasa, di halaman rumah
sang presiden juga tak jarang terlihat gantungan jemuran pakaian. Tak ada yang istimewa
di rumah yang dihuni orang nomor satu di Uruguay itu.
Air didapatkan dari sumur di halaman yang ditumbuhi
rerumputan liar. Tak terlihat ada penjagaan ketat disekitar rumah Mujica. Hanya
ada dua polisi dan dua ekor anjing yang berjaga.
Apakah Mujica tak malu hidup seperti itu? “saya sudah biasa
hidup seperti ini. Saya pun bisa hidup dengan baik dengan apa yang saya
miliki,” ujarnya sambil duduk di kursi tua di kebunnya saat diwawancarai BBC.
Mungkin gaya hidup Mujica ini terlalu ekstrim jika diikuti
kepala negara lain. Tapi, fakta lain yang dilakukan Mujica ini hendaknya patut
dicontoh para pemimpin negara
Sejak dilantik sebagai presiden, pria sederhana ini telah
memutuskan untuk menyumbangakan 90% gaji bulanannya yang sebesar USD 12.000 (Rp
115,5 juta) untuk rakyatnya. Tak heran jika kemudian banyak yang menjulukinya
sebagai presiden termiskin di dunia.
“saya disebut presiden termiskin, tapi saya tidak merasa
miskin. Orang miskin adalah mereka hanya bekerja untuk mencoba gaya hidup
mahal, dan selalu ingin lebih dan lebih,” ungkap Mujica.
