Laman

Rabu, 28 November 2012

Presiden Termiskin di Dunia


internasional.kompas.com/.../Jose.Mujica.Presiden.Termiskin.di.Dunia

Pilih Tinggal di Peternakan ketimbang di Istana
Kesejahteraan memang identik dengan kehidupan seorang pemimpin negara. Namun, hal itu tidak seperti di Uruguay, di mana presiden negara itu sangat jauh dari gaya hidup layaknya seorang kepala negara. Menjabat sebagai presiden Uruguay sejak Maret  2010 silam. Jose Mujica lebih suka tinggal di peternakan kumuh dan memberikan hampir 90% gainya sebagai kepala negara untuk rakyatnya.
Jose Mujica
Mujica menolak rumah mewah yang disediakan Pemerintah Uruguay untuk sang Presiden. Dia justru lebih suka tinggal di rumah istrinya  yang sederhana di luar ibu kota  Montevideo.
Dan, seperti rumah – rumah warga biasa, di halaman rumah sang presiden juga tak jarang terlihat gantungan jemuran pakaian. Tak ada  yang istimewa  di rumah yang dihuni orang nomor satu di Uruguay itu.
Air didapatkan dari sumur di halaman yang ditumbuhi rerumputan liar. Tak terlihat ada penjagaan ketat disekitar rumah Mujica. Hanya ada dua polisi dan dua ekor anjing yang berjaga.
Apakah Mujica tak malu hidup seperti itu? “saya sudah biasa hidup seperti ini. Saya pun bisa hidup dengan baik dengan apa yang saya miliki,” ujarnya sambil duduk di kursi tua di kebunnya saat diwawancarai BBC.
Mungkin gaya hidup Mujica ini terlalu ekstrim jika diikuti kepala negara lain. Tapi, fakta lain yang dilakukan Mujica ini hendaknya patut dicontoh para pemimpin negara
Sejak dilantik sebagai presiden, pria sederhana ini telah memutuskan untuk menyumbangakan 90% gaji bulanannya yang sebesar USD 12.000 (Rp 115,5 juta) untuk rakyatnya. Tak heran jika kemudian banyak yang menjulukinya sebagai presiden termiskin di dunia.
“saya disebut presiden termiskin, tapi saya tidak merasa miskin. Orang miskin adalah mereka hanya bekerja untuk mencoba gaya hidup mahal, dan selalu ingin lebih dan lebih,” ungkap Mujica.

Senin, 24 September 2012

"KAMU"

secerah hari itu..
riak ombak yang tak pernah berhenti
sebening air laut
sehalus pasir pantainya
angin yg membawa prasaan damai
rasa asin yang menjadi ciri khasnya

indah...
matahari terbit yang indah
meninggalkan prasaan rindu
cahaya yang tak pernah redup
meninggalkan harapan untuk esok.



Kamis, 20 September 2012

KoSong

yah... benar hampa yg kurasa..
saat semua makanan hanya memiliki 1 rasa..
dan rasa itu tak jelas...

saat tubuh tak berpenghuni
pikiran pergi tanpa tujuan
melangkah diantara para shinigami
namun itu tak ubahnya seperti tertusuk
pisau tumpul... sakit??.... tidak!!!

ini bukanlah tentang "Taste" pd lidah.
tetapi kekosongan hati.. tak ada kasih.
cinta yang tak utuh...

aku memilikinya... tetapi tak utuh
Tuhan, Orang tua, Teman, dan...ect.

tapi dirinya... kasih yg ada pada dirinya
yg tak ku miliki...
Dialah Kehampaan!